Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Takdir, Antara Putus Asa dan Sombong

Perbincangan takdir masih jadi perdebatan bagi kalangan masyarakat. Dilema dalam memaknai takdir terkurung pada dua sikap, antara putus asa dan sombong. Meski berulang kali ustad mengingatkan bahwa takdir menguji manusia untuk berusaha dan tunduk sekaligus. Tetap sulit bagi sebagian orang untuk menerima andai sebuah peristiwa menimpa. Ada kalanya manusia merasa tidak perlu mengusahakan, karena akhirnya takdir yang berbicara. Pasrah dengan keadaan, menerima kenyataan, menikmati hidup yang apa adanya. Sedangkan Allah SWT meminta manusia terus bergerak dan berjuang menemukan jalan keluar. Fenomena putus asa yang tunduk pada takdir, padahal sejatinya sedang menantang takdir. Ada juga sebagian yang merasa capaiannya adalah hasil usahanya sendiri. Capaiannya sampai hari ini dianggap sebagai perolehan dari kumpulan langkahnya di dunia. Padahal Allah SWT sudah tegaskan segala keputusan sebelum kita dilahirkan. Kesombongan manusia atas cipta karyanya di dunia merupakan bentuk pembangkangan ...

Kenapa Kopi Kemasan Murah?

Sejak hidup di kaki Gunung Ciremai dan melihat kegiatan para petani kopi, ada pertanyaan paling membuat penasaran. “Ko bisa harga kopi kemasan semurah itu, sedangkan di kafe semahal itu?”. Semua orang mempertanyakannya, sampai akhirnya berujung pada prasangka baik masing-masing. Kopi Cibunar dari kaki Gunung Ciremai memiliki kualitas yang beragam, di antara yang sering dikirim ke banyak kafe-kafe adalah Robusta dengan harga standar 150–200k per kg. Harga ini cukup tinggi jika melihat hitungan setiap satu gelas kopi susu yang paling diminati masyarakat. Mari kita hitung! Segela kopi susu di kafe biasanya menggunakan single shot espresso, dengan kisaran 7–9 gram biji kopi. Selanjutnya melalui grinding, lalu ada proses pressing melalui mesin espresso hingga menghasilkan 1 shot espresso. Selanjutnya kita hitung harga standar kopi per kilogram (misalnya) kita ambil 200k per kg. Lalu kebutuhan segela kopi susu adalah 1 shot espresso dengan 9 gram kopi. Maka dapat dihitung kira-kira butuh 1.8...

Literasi Kopi (1)

Gambar oleh  Free Photos  dari  Pixabay Kita sedang hidup di era semua permasalahan bisa terselesaikan oleh secangkir kopi. Renungan derita pekerjaan selama satu pekan seolah cair oleh kopi. Setumpuk tugas di atas meja kerja seakan tuntas terbawa arus tegukan kopi. Dari puluhan kata kopi yang terucap setiap harinya, seberapa jauh pengetahuan mereka tentang kopi. Apakah kopi hitam bercampur dengan logo kapal pinisi itu jadi standardisasi kopi yang dimaksud? Ataukah suasana kafe yang estetik dan instagramabble adalah maksud dari kopi? Menjadikan kopi sebagai langkah menyelesaikan masalah memang salah satu jawaban. Tidak bisa kita salahkan, tidak juga sepenuhnya kita benarkan. Kopi adalah biji dari tumbuhan kopi, melalui beragam proses, maka lahirnya bubuk kopi yang siap seduh. Mengapa kalimat di atas patut kita benarkan? Sebab kopi mengandung kafein yang dapar merangsang semangat. Mari sempatkan kita baca beberapa artikel atau jurnal tentang kopi yang berhubungan dengan pen...

Bahagia ala Nabi Sulaiman AS

Menjadi bahagia merupakan harapan semua manusia. Segala gerak tubuh dan pikirnya selalu berjalan dalam orientasi bahagia. Pertimbangan yang menentukan langkahnya pun bergantung kepada itu. Bahagia menjadi standar pembanding bagi manusia dalam merancang langkah demi langkah semasa hidupnya. Terkadang jalur utama bahagia penuh onak dan duri, tidak semua mulus melaluinya. Lalu sebagian mengambil jalur cepat, melalui jalan yang kotor, mengorbankan segala yang berada di sekitarnya. Dalam Islam bahagia merupakan pecahan dari proses dan hasil yang lurus sebanding dengan dunia dan akhirat. Kaidah ini menjadi pedoman hidup umat Islam saat dirinya harus bergerak menuju bahagia sebab nalurinya. Untuk itu Islam tidak mengajarkan cara yang merusak dan merugikan untuk sekadar mendapat kebahagiaan yang fana. Ada proses yang menjadi standar keberhasilan seseorang saat harus meraih kebahagiaan. Proses dan hasil bahagia yang benar mengerucut  pada syukur. Kenapa begitu? Karena standar bahagia su...

Perempuan Menutup Aurat atau Lelaki Menahan Nafsu?

Polemik patriarki selalu jadi tema pembahasan para feminism. Ada sudut pandang lain yang menurut mereka lelaki terlalu spesial dari perempuan.  Salah satunya soal perintah perempuan harus menutup aurat, lalu dihubungkan dengan soal tindakan kriminal, pemerkosaan dan menjaga kehormatan. Feminism melihat bukan soal perempuan yang harus menutup aurat, tapi lelakilah yang harus menahan nafsu. Dari sinilah perseteruan dimulai! Menurut saya, tidak ada polemik yang perlu diperpanjang, entah siapa yang memulai, tapi pembahasan ini seharusnya selesai sejak kedua titah itu dituliskan. Jika dilanjutkan, akhirnya muncul ribuan pertanyaan. Kenapa perempuan harus bertanggung jawab atas nafsu lelaki? Kenapa perempuan yang harus jaga diri dari lelaki, bukan sebaliknya? Dari pihak lain akan bertanya juga dengan konteksnya.  Menutup aurat itu kewajiban bagi perempuan, begitu juga menahan nafsu wajib bagi lelaki. Ego masing-masing yang membuat perdebatan ini tidak ada endingnya. Ada satu perspek...

Islam itu Menyelamatkan

  Berita utama akhir Maret ini diramaikan dengan peristiwa ledakan bom di depan Gereja Katedral, Makassar. Kabar ini tersebar dengan cepat, begitupun rekam jejaknya yang tersebar dalam bentuk gambar dan video. Seperti biasa isu terorisme dan radikalisme kembali naik ke permukaan. Penampilan pria berjanggut dan perempuan bercadar jadi bahan pembicaraan. Isu diarahkan pada penampilan, seolah identitas mempresentasikan segalanya. Tahun 2017 para ulama dan intelektual Islam dan Kristen mengadakan konferensi yang menyatakan bahwa setiap pengikut agama Islam dan Kristen dapat berdampingan hidup dalam harmoni. Sekaligus menguatkan juga kepada seluruh pihak agar tidak menghubungkan terorisme dengan agama. Tentu setelah pengalaman sebelumnya yang menghasilkan kegaduhan di tengah masyarakat dunia akibat dari identitas teroris. Beberapa dekade ke belakang umat Islam menerima tuduhan fundamentalis, radikalis, teroris dan sebagainya. Begitulah terus tuduhan itu menyebar ke seluruh penjuru...

Adaptasi

Saya pernah membaca tentang kisah Ibnu Khaldun, ternyata dia bercita-cita menjadi politikus ternama. Dia gagal, berbulan-bulan mengalami stres berat. Kenapa? Karena ternyata cita-cita yang dia harapkan berbuah buruk untuk dirinya. Jalan yang ia tapaki selama ini ternyata menghasilkan luka. Ibnu Khaldun tidak tinggal diam, ia harus bangkit, ia sudah menyadari bahwa cita-citanya itu tidak membahagiakan dirinya. Didalami olehnya filsafat sejarah, dan dari sanalah rahasia terungkap. Keberhasilan yang ia harapkan telah hadir, bahkan melampaui masa hidupnya. Hingga kini pun menikmati karyanya yang fenomenal, menjadi rujukan seluruh dunia. Ibnu Khaldun menjadi rujukan bagi ilmu sejarah dan beberapa cabang ilmu lainnya. Namun sisi lain yang menjadi inspirasi adalah cara beliau beradaptasi dengan harapan yang baru. Memang sulit, tapi harus dilalui. Wajar manusia termenung dalam lamunnya, sebab   harapan yang diperjuangkan tak menghasilkan apa-apa. Itu pula yang dialami oleh Ibnu Khaldun...

Resensi Novel "I Believe in You" - Sekali Ibu, Tetaplah Ibu

Judul                 : I Believe in You Penulis              : Aaboy Penerbit            : Indiva Media Kreasi Tebal                : 240 halaman Cetakan            : I, Oktober 2019 ISBN                 : 978-602-5701-02-3 Sebelum melanjutkan bacaan resensi kali ini, perlu diketahui bahwa resensi ini ditulis dari sudut pandang seorang yang minim bacaan fiksinya, khususnya novel. Mempelajari teori-teori fiksi, namun jarang menulis cerpen, apalagi novel. Semoga resensi menjadi awal ketertarikan saya untuk banyak membaca karya fiksi dan menghasilkan karya ke depan. J ***** Kalau harus meny...

Standar Ganda Definisi Terorisme (2)

Dominasi kekuatan tertentu atas informasi dan jaringan media mainstream yang secara global mendominasi peta percaturan ekonomi-politik jejaring media di dunia sedikit banyaknya telah membentuk anggapan publik yang beragam. Segala kecurigaan menjadi semu karena fakta publik tidak banyak memiliki bukti untuk mengiyakan tuduhannya. Sekalipun ada, proses yang harus ditempuh tidak mudah bagi masyarakat bawah yang menjadi konsumen media mainstream tersebut. Saat yang sama, media perlu menggalakan lagi proses tabayyun yang menjadi pedoman etis dan teknis jurnalistik. Rumusan etika jurnalisme adalah langkah strategis yang dijunjung tinggi para pekerja media di seluruh dunia. Perihal ini menjadi sangat urgen karena opini publik era sekarang tumbuh dari benih-benih media yang dipertontonkan. Sehingga definisi apapun yang dikehendaki akan terwujud dalam benak publik secara umum. Begitulah definisi terorisme beralih makna dari segala bentuk pelanggar hukum yang menggunakan kekuatan at...

Standar Ganda Definisi Terorisme (1)

Tentang kaidah peradaban yang akan berganti dan selalu berubah, sebuah peradaban akan membutuhkan lawan untuk menunjukan diri sebagai kekuatan yang tak tertandingi. Ketika supremasi dan hegemoni habis, peradaban butuh eksistensi yang meninggikan namanya dan ditakuti. Pasca berakhirnya perang dingin, Barat berlanjut kepada peran memerangi terorisme. Isu besar terorisme ditujukan untuk menyatukan AS dan sekutunya. Samuel Huntington dalam bukunya Who Are We? menyatakan, musuh Pemerintah AS sudah ketemu, yaitu kaum Islam militan. Berkat isu terorisme, posisi Komunisme dan Uni Soviet yang menjadi musuh utama mereka, kini berpindah kepada Islam militan secara umum. Strategi ghazwul fikr yang dilakukan AS adalah cara lama yang sudah digunakan oleh para orientalis terdahulu. Status dan opini yang bergulir bertujuan melemahkan akidah, ghirah dan kecintaan umat terhadap agamanya. Kasus ini menempatkan opini publik menjadi kedudukan penting yang perlu direbut dan digalakan secara int...

Siapa yang Memakan Sastra Islam?

Sastra dan Islam selamanya akan terus bersama. Dalam sejarah Islam, sastra memiliki peranan penting sebagai sarana dakwah. Secara tidak langsung sastra akan berfungsi sebagai; pengingat akan nilai kebenaran, mengkomunikasikan prinsip Islam, memberi suri tauladan (akhlak yang baik) dan bertindak tegas dengan segala kemampuan yang dimiliki. (Fuad Amsyari, 2003 : 6).  Sastra sudah menemani perjalanan Islam sejak awal risalahnya disampaikan kepada Muhammad saw. Dunia Arab sempat mencicipi masa dimana untaian kata yang bermakna ialah puncak kehebatan manusia. Mereka berlomba melahirkan karya untuk mendapatkan label terhormat. Dan Islam hadir menyempurnakannya. Lalu bagaimana dengan sekarang? Download selengkapnya 👇 https://drive.google.com/open?id=1VIzdqTCtkVkSzQaaMoW8BwJFB-reU4yD

Tribute to BJ Habibie : Mengembalikan Nilai Juang yang Hilang

“Saya diberi kenikmatan oleh Allah ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama lebih manfaat untuk umat Islam, kalau saya disuruh milih antara keduanya maka saya memilih ilmu agama” -BJ Habibie- Tatkala dunia ini hampir terjerumus ke dalam jurang kehancuran, karena kebodohan dan kebiadaban. Tidak ada nilai, norma dan etika. Seluruh hidup manusia saat itu dipasrahkan kepada kebodohan kolektif. Lalu tampil Islam dengan konsep ke-Ilahian, persaudaraan dan kebenaran. Mengarahkan manusia kepada cahaya kebebasan meninggalkan kejahilan dan tahayul. Diletakan makna hidup selaras dengan fitrah manusia dimanapun mereka berada. Seketika musyrik berubah menjadi iman, dilancarkanlah ibadah dan muamalah. Ajarannya yang lengkap dan mudah mengatur hubungan sesama insan dan kepada Tuhan, melalui jalur horizontal dan vertikal. Lalu, semarak orang Barat yang gelap menghadapi masa depannya dengan berguru dari orang Islam. jangan bayan...

Jangan Paksa (Saya) Menikah

Pernikahan merupakan ibadah yang tersurat dalam al-Quran dan hadis. Dengan segala keistimewaan dan hikmah yang terkandung di dalamnya pernikahan memberikan pahala bagi kedua pasangan. Tentu bagi mereka yang melakukannya dengan sempurna. Kesempurnaannya terkandung dalam sebuah hadis yang menyebutkan menikah ialah setengah dari pada agama (nishfu addin). Pernikahan dalam Islam merupakan jaminan atas fitrah manusia, namun agama mengaturnya dengan indah. Menikah bukan sebatas gerbang yang sah dilewati (dalam agama) untuk melepaskan hawa nafsu manusia. Di dalamnya terdapat dakwah, jihad, sedekah dan segala persembahan yang Allah berikan dalam rupa yang mesra, manja dan mempesona. Realita yang kita temukan menikah seperti ajang pertaruhan ketika kawanan jomblo (belum menikah) dihadapkan dengan momen yang seharusnya saat itu mereka perlu menikah menurut definisi orang tua atau sahabat yang sudah menikah. Meme dan segala bentuk nasihat berubah maksud dari yang tadinya hiburan dan man...

Minat Baca Indonesia Rendah atau Bertranformasi?

Minat baca memang menjadi sorotan sejak lama. Usaha untuk meningkatkannya sudah banyak dilakukan oleh banyak pihak dan berbagai program. Hal ini karena tingginya minat baca merupakan indikasi menuju bangsa yang ideal. Menjadi Indonesia yang beradab dan maju tentu harapan kita semuanya. Membaca akan meningkatkan idealism setiap orang dan memiliki usaha untuk mewujudkannya. Sebab itu membaca merupakan ciri bangsa maju dan beradab. Sayangnya beberapa tahun ke belakang berbagai survey dan penelitian menempatkan minat baca Indonesia pada posisi yang cukup memprihatinkan, termasuk kemampuan membacanya. Urutan minat baca Indonesia hampi terendah, ke 60 dari 61 negara, UNESCO menyebut Indonesia urutan ke 38 dari 39 negara yang diteliti. Termasuk kemampuan membaca kita, hanya pada angka 30% dalam kemampuan memahami dan menguasai bahan bacaan. Belum saya temukan penelitian terbaru, semoga saja ada peningkatan dalam minat dan kemampuan baca. Kita bisa melihat sekitar masyarakat terk...