Langsung ke konten utama

Postingan

Sensasi Baca Novel yang Sudah Difilmkan

Karya fiksi telah menjadi konsumsi banyak orang untuk memahami sebuah konsep, teori atau amanat yang terkandung di dalamnya. Keberadaannya mungkin sudah ada sejak awal manusia diciptakan. Pada zaman jahiliyah saja kedudukan penyair sangat tinggi. Seorang penyair sangat dihormati dan dianggap memiliki wibawa dan kebijaksanaan dalam memimpin masyarakat. Dan menjadi salah satu sebab mukjizat agung nan mulia yang diberikan kepada Muhammad saw adalah al-Quran dengan tingkatan syair yang tidak satupun manusia mampu menandinginya. Makna fiksi itu sendiri sangat luas, jenisnya pun terus berkembang hingga sekarang. Sebut saja novel, bagi pecintanya novel selalu dikaitkan dengan kehidupan realitas. Entah hidup pembaca maupun hidup sekitarnya. Kini identitas novel bagus berbanding dengan divisualisasikannya ke dalam sebuah film. Saya pribadi tidak setuju menakar kualitas novel dengan film. Sebab novel punya nilai tersendiri dalam bentuk kata, frasa dan bahasanya. Novel menalar pesan da...

Kemiskinan yang Harus Ditinggalkan

Manusia sebagai makhluk berakal memiliki naluri untuk bahagia. Fitrah menarik jiwanya untuk bergerak mengindari kemiskinan. Beragam usaha dilakukan, langkahnya selalu dipertimbangkan, berpikir bagaimana perbuatannya menghasilkan kebaikan. Seperti halnya reflek tubuh menolak segala bahaya terhadap dirinya. Manusia memiliki reflek yang sama untuk meyadari keberadaannya yang menjurus pada kemiskinan. Namun tidak semua mampu menghindar dari kondisi ini, sebagian orang tidak memiliki reflek yang mendukung dirinya selamat dari kemiskinan sekalipun memiliki reflek untuk menyadari keadaannya. Kemiskinan harus ditinggalkan, sebab manusia diperintahkan menjaga dirinya. Allah memerintahkan kita untuk menjaga diri dan keluarga dari kemiskinan di akhirat. Diperintahkan juga manusia untuk menjaga kemaslahatan hidup di dunia. Tidak ada satu ideologi, pemikiran dan negara manapun yang memerintahkan untuk hidup miskin. Sudah sejatinya kemiskinan untuk ditinggalkan. Kemiskinan simbol kegaga...

Jaminan Dewasa bukan Usia

Masalah dewasa selalu menjadi persoalan di tengah kebingungan orang menentukan standar apa yang harus dipahami. Soal standar dewasa ini memang sangat relatif. Sulit mencari sudut pandang yang objektif, sebab ukuran dewasa seseorang sangat banyak pertimbangannya. Melihat dari sudut satu tidak menutup perbedaan yang terbentang dari sudut pandang satunya. Belum lagi dilihat dari banyak ilmu yang berbicara tentang seperti apa dewasa sebenarnya. Bahkan saat kita mengatakan “masyarakat indonesia belum terlalu dewasa menyikapi masalah” , justru pernyataan itu akan berbalik. Dewasa kah orang yang mengatakan masyarakat belum dewasa? Dalam mata hukum misalnya, secara umum  batas usia seorang dewasa adalah 21 tahun. Tapi dalam undang-undang lainnya menentukan batas usia yang berbeda dalam memandang kedewasaan. Menurut sebagian ahli menyebut batas awal dewasa adalah usia 18 tahun. Sedangkan hukum Islam menyebut seorang baligh adalah dengan ihtilam, tumbuhnya rambut kemaluan dan usia t...

Dakwah dan Fitrah Manusia

Secara prinsip manusia benci permusuhan dan pertikaian. Relung hatinya akan terpanggil untuk mencari ketenangan dan kebahagiaan. Sebab pada dasarnya Allah menanamkan rasa pada manusia untuk mencintai saudaranya, saling kasih sayang, dan saling berbagi. Lalu merekapun membentuk komunitas, kumpulan orang-orang yang terhubung dengan apa yang dimiliki dan dipahami. Poin ini yang harus kita cermati, bahwa manusia hakikatnya kembali kepada fitrah itu sendiri. Dan fitrah pula yang mengantarkannya. Kembali fitrah adalah kembali pada kebaikan. Kembali fitrah bukan ucapan dengan lisan saja, tapi kesadaran akan usaha yang perlu dilakukan untuk menggapainya atau menghindarkan diri dari penyesatannya. Fenomena transgender, emansipasi wanita, korupsi dan segala kedurhakaan yang merugikan masyarakat adalah bukti penyimpangan dari pada fitrah. Penyimpangan yang terjadi karena tidak mengingat janjinya sebagai manusia kepada Allah swt, bahwa sudah bersaksi mengikuti perintah-Nya. Karena banyak ...

Pemuda Ibarat Pion

Seringkali kehidupan manusia dianalogikan ke dalam suatu hal. Kemiripan polanya, retorika bahkan corak dengan kesamaan pada satu titik saja banyak orang menganalogikannya. Catur merupakan olahraga otak yang sering dianalogikan sebagai gambaran sebuah kerajaan. Permainannya berkisar tentang strategi menyerang dan bertahan. Setiap langkah sangat menentukan, kapan menyantap umpan, kapan memancing lawan. Ada waktunya menjaga raja, ada waktunya mengorbankan pion. Dengan segala kemampuan yang dimiliki, seakan catur merealisasikan kehidupan yang seharusnya. Suatu kelompok sosial sudah sewajarnya diisi oleh beragam latar belakang individu yang berbeda. Dari keragaman itu terdapat level usia yang beragam pula. Dari segala bentuk perbedaan itulah komunitas manusia terbentuk. Perbedaan itu menjadi tugas itu sendiri dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Sebagai ayah dan ibu mereka memiliki tugasnya sendiri, sebagai guru memiliki tugas juga, sebagai orangtua punya tugasnya sendiri...

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman ). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan. Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”. Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dal...

Kita dan Dunia Maya (2)

Dunia maya sering diartikan sebagai media yang digunakan untuk komunikasi jarak jauh dan saranan informasi. Ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi. Ari Lasso menjadikan dunia maya sebagai sarana mendapatkan cinta sejatinya. Sedangkan marak orang-orang mencari profesi yang menguntungkan bahkan berkarir di dunia maya. Ibarat dunia nyata, kita disihir untuk ikut memanjangkan hidup di dunia lain yang bisa digenggam satu tangan. Dunia yang setiap tingkah geraknya dicatat oleh sistem selain Rakib dan Atid. Dunia maya adalah dunia nyata. Dunia dimana (hampir) segala halnya yang didapati selama hidup kita dapati disana. Disana ada hukum, pola hidup, ekonomi hingga budaya sudah masuk juga. Setengah kehidupan kita ada di dunia maya. Banyak kasus berawal dari media sosial, beberapa dipidana. Banyak juga orang bergantung hidupnya kesana, ada ojek online, vlogger dan ragam jasa. Kekayaan budaya Indonesia pun mulai ditontonkan melalui dunia maya. Namun jangan salah, dis...