Langsung ke konten utama

Postingan

Pendidikan Pemuda Dan Penyakit Sekolahisme

Permasalahan di Indonesia sepertinya sudah sangat terlihat konkrit dan mendalam. Hampir di segala bidang kerusakan sudah menyampaikan perwakilannya. Dari dunia pendidikan hingga para koruptor di kalangan DPR sudah sangat hambar didengar masyarakat manapun di Indonesia. Mereka terdiam seakan tak punya langkah untuk melakukan perubahan besar (pesimis). Sedangkan yang terlihat mampu merombak kehancuran, terlihat hanya mampu tersenyum atas perintah boss. Dan hal-hal yang tidak beradab kini menjadi tontonan gratis, sebagaimana virus HIV berlarian kesana-kemari tanpa batas. Sebagai sebuah bangsa Indonesia harus bisa mengobati penyakit yang kini diderita bukan menunggunya sampai akut.“bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjangkau dan menemukan solusi atas berbagai tantangan yang menghinggapi dirinya.” begitulah anonim berkata. bahkan jika melihat kepada kaidah permasalahan dalam Alquran, Allah tidak memberikan sebuah ujian kepada manusia (bangsa) kecuali batas kemampuann...

Lirik Nasyid Aku Anak Rohis

Reff 1 Aku anak rohis Selalu optimis Bukannya sok narsis Kami memang manis *Kubuka jendela pagi Rasakan hangat mentari Mulai kulangkahkan kaki Semangat tinggi di hati *Di sekolah berprestasi Tak lupa aku tuk mengaji Sebagai bekal di dunia Dan akhirat nanti... Reff 2 : Kami aktivis Benci anarkis Walau kantongku tipis Bukan teroris Kepada Ayah dan bunda Baktiku selalu tercurah Agar berkah sertamudah Jalani semuanya Lillah Bersama kawan lewati Hariku Dengan berbagi Syukuri dan tafakuri Kebesaran illahi Interlude : Walau ku punya jenggot tipis Tapi ku bangga jadi aktifis Kumasih bisa berfikir logis Aku Anak Rohis Anti anarkis

Liberalisasi Tafsir Efek Dari Paham Relativisme

Belakangan ini isu LGBT semakin kencang di telinga kita meski beberapa media berita sudah tidak meletakannya sebagai headline. Tetapi polemik LGBT tetap akan dipermasalahkan karena tidak sesuai dengan hukum agama-agama juga hukum indonesia. Sejak ribuan tahun lamanya yahudi, kristen dan islam sudah menjelaskan tentang hukum praktik LGBT. Tapi tiba2 masalah ini kembali mencuat ke permukaan. Masalah pertama yang jadi perbincangan kita adalah tentang liberalisme tafsir yang mengatakan tidak ada larangan LGBT dalam Alquran dan hadits. Tentang praktik LGBT dalam Alquran sebenarnya sudah sangat jelas hukumnya serta kisahnya. Tapi Prof. Musdah Mulia sebagai profesor di bidang studi islam justru pro dengan praktik LGBT. Bahkan beliau sangat marah kepada agama yang tidak memberikan kebebasan kepada manusia dalam hal orientasi yang hanya heteroseksual. Sedangkan selain itu homoseksual, lesbian,  biseksual dan orientasi lainnya distigma sebagai dosa. Dan Prof. Musdah Mulia menganggap bahw...

Dakwah Membawa Kepada Semangat Hidup

Dakwah itu mengajak bukan menghakimi. Untuk mengajak kita butuh modal, rasa, keyakinan dan optimis. Karena tidak semua orang diajak rela berhijrah meninggalkan apa yang dimilikinya. Tidak semua yang diajak gratisan. Di zaman yang pragmatis ini ajakan harus selalu dengan tawaran. Tawaran sebagai timbal balik atau pengganti kehidupannya yang punah ditinggal ajakan. Tawaran berupa berupa pengetahuan akan kesalahan yang selama ini dilakukan. Tapi tidak selamanya begitu, karena hidayah hanya di tangan Allah. Mereka akan kembali kepada kebaikan tanpa pamrih, tanpa tawaran dan ajakan, tanpa meminta timbal balik. Begitulah dakwah. Maka muslim da’i ilallah haru selalu menyiapkan tawaran yang menarik bagi objek dakwah. Bukan berarti dakwah ini mata duitan, tapi kita butuh modal untuk mengajak, butuh kesiapan untuk merangkul, butuh pengertian untuk menarik mereka. Karenanya tidak semua lancar melakukannya. Mereka berdakwah sampai berlumuran darah, meneteskan air mata, relakan harta tahta ta...

Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku LGBT Di Indonesia

Seharusnya, azab yang Allah timpakan kepada umat Nabi Luth dan istrinya sudah cukup menjadi peringatan bagi kaum LGBT. Ya, bahkan lebih dari cukup. Alasan turunnya azab, jelas karena perbuatan yang tidak beradab dan sangat dilaknat (gay, homo) oleh Allah. Pula dengan azabnya yang sudah jelas. Tapi masih saja ada yang mengelak. Atas nama human right, tafsir yang nyeleweng atau yang anggap penyebab hancurnya kaum Luth adalah karena bencana biasa bukan karena perilaku homo umatnya. Entahlah, mungkin masih banyak lagi alasan lain dari para penyembah LGBT. Tapi yang jelas Alquran tidak menerima perilaku itu. Untuk umat islam mungkin sudah jelas panduannya. Al-quran menyampaikannya sejak dulu dan sangat mudah dipahami. Jangan kita mau dipalingkan oleh setan dan iblis untuk menghalalkan praktik homo. Urusan sesat menyesatkan iblis ahlinya. Semenjak Iblis ditetapkan sesat oleh Allah karena menentang perintahnya. Sejak itulah iblis berjanji untuk terus mengajak sebanyak-banyaknya manusia ikut...

Ada Apa Dengan Indonesia ?

Artikel ini sudah diterbitkan di dakwatuna.com Oleh:  Azharrijal Animisme adalah ajaran yang pertama dianut oleh umat manusia di Indonesia. Begitulah telinga mendengar daripelajaran sejarah. Sesembahan sudah menjadi agamanya nenek moyang kita sejak dulu. Bukan Budha, Hindu, Kristen atau bahkan Islam sekalipun.Barulah agama-agama lain merasuk jiwa-jiwa polos masyarakat awwam, seperti Hindu dan Budha mulai memasuki ideologi kita. Dan Islam mampu menutupi kejahiliyahan dari semua ajaran yang sudah menyebar sebelumnya. Seperti itulah firman Allah menjelaskan bahwa Islam datang terakhir sebagai penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya. Karena selarasnya ajaran Islam dengan fitrah manusia, sehingga Islam mudah menyebar di kalangan awwam Indonesia. Sampai padasaatnya menjelma menjadi agama mayoritasNegara Kesatuan Republik Indonesia.Tapi semakin kesini popularitas muslim Indonesia semakin menurun. Setidaknya setiap tahun muslim Indonesia terus menurun. Dari angka 90% ke 86% dan 80% hingga s...

Bungkamnya Media Atas Tuntutan Mahasiswa Sama dengan Menipu Rakyat

Artikel ini pernah diterbitkan di dakwatuna.com Oleh:  Azharrijal Salah satu fungsi media dimasa modern ini sebagai pembawa aspirasi rakyat. Sehingga yang jauh sekalipun bisa terekspos dan semua orang tahu. Lebih-lebih objek yang dituju, seperti: intoleran terjadi di ujung barat dan timur. Maka pemerintahan harus segera tahu dan menyelesaikan permasalahan yang ada.Tidak hanya itu, media juga sebagai jembatan antara rakyat dan pemerintahan begitu juga sebaliknya. Rakyat bisa menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintahan. Media juga sarana untuk kegiatan-kegiatan pemerintahan. Hasil rapat, perubahan UU, dsb. Hal-hal yang berkaitan dengan rakyat harus transparan sampai rakyat mengetahui.Tapi kini media dimanfaatkan pemerintahan untuk membungkam, menipu dan membodohi rakyat. Ke manapun Pak Jokowi blusukan tim dokumenter sudah siap. Lantas media memberitakan kegiatan tersebut dengan lelucon Jokowi merakyat. Seperti kunjunganJokowi ke TKP pembakaran hutan, media mengekspos sec...