Langsung ke konten utama

Postingan

Pendidikan Hindari Boomerang

Syubhat di pandangan masyarakat awwam berarti keraguan atau ketidak pastian, juga seperti itulah arti syubhat di KBBI, tapi dalam fiqh dakwah syubhat berarti sebuah kezaliman yang ditutupi dengan kebaikan, sehingga disebut syubhat karena kesalahan atau kezaliman yang musuh kita (kafir) ditutupi dengan sesuatu yang baik sehingga seakan diterima di islam, uslub dan yang lainnya justru menyimpang dari islam. Dalam ilmu dakwah, salah satu uslub dakwah adalah menghapuskan syubhat-syubhat yang menyebar di hamparan dunia   ini, mengapa syubhat-syubhat itu harus dihapuskan, karena syubhat yang disebarkan oleh musuh kita memiliki tujuan yang terorganisir, visi yang membahayakan islam dan tentu ingin menghancurkan islam. Dan yang justru menjadi pikiran bagi kita adalah sandaran mereka (musuh) saat membuat sebuah kesyubhatan, yaitu masdar mereka dalam merancang syubhat-syubhat bagi dakwah islam, dan salah satu yang menjadi masdar bagi mereka menciptakan kesyubhatan bagi dakwah islam ...

Kemegahan Air

Kapan terakhir kali kita berniat untuk bersyukur dengan wujud air yang Allah berikan? Inilah nikmat terbesar milikNya, bahkan 2/3 dunia adalah air begitupun diri kita yang terdiri dari air, sangat agung kebesaranNya walau hanya dengan air. Patutlah kita bersyukur dengan nikmat ini. Kebesarannya melalui Air adalah hal yang  besar yang tak bisa kita lupakan selama-lamanya, air yang terus mengalir sejak zaman nabi hingga akhir nanti kiamat, bagaimana mungkin kita melupakan jasa sebesar ini, manusia dari dulu hingga sekarang  siapapun dia, entah seorang presiden, menteri, bisnismen, entreupreneur, khotib, penjual, supir bahkan seorang pengemispun semua tercipta dari setetes air. Tidak terbayang bagaimana kebesaranNya ini bekerja untuk menjadikan setes air itu menjadi bongkahan daging bersasis tulang. Teringat lagi dengan Nabi Musa bersama aliran air sungai dia sampai di tangan seorang istri raja besar dan tajir Fira’un dan diangkat sebagai budaknya hingga dia besar sebagai ...

Menuju Kualitas Tinggi dengan Pendidikan

Indonesia termasuk big five Negara dengan popularitas penduduk yang cukup tinggi. Sehingga besarnya kuantitas membuat kesempatan untuk menaikan kualitas negeri ini lebih besar, seperti itulah pandangan persentase di mmata saya, tanpa dilihat jiwa perorangannya. Dan memamng keadaan diri setiap insane adalah tolak ukur yang hakiki dan lebih kuat untuk membuktikan rating kualitas sebuah mujtama’, mencoba memandang jauh ke belakang bagaimana bangsa Arab digoncangkan dengan kemenangan pasukan Nabi SAW berpasukan kurang lebih 300 melawan kafir yang berjumlah 1000, juga perang uhud yang mana kemenangan sudah didepan mata kaum muslimin bisa lenyap begitu saja karena kecerobohan pasukan pemanah yang kehilangan sifat zuhud mendadak, kejadian dua perang ini yang menghasilkan dua pemenang dengan persentase kuantitas yang hampir sama membuktikan bahwa kualitas itu ada di diri setiap orang dalam kumpulan tertentu. Kembali ke tanah air tercinta ini, melihat gambaran diatas berarti untuk menuju ku...

TEKAD - IZZATUL ISLAM

Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi Kami adalah panah-panah terbujur Yang siap dilepaskan dari bujur Tuju sasaran , siapapun pemanahnya Kami adalah pedang-pedang terhunus Yang siap terayun menebas musuh Tiada peduli siapapun pemegangnya Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi Kami adalah tombak-tombak berjajar Yang siap dilontarkan dan menghujam Menembus dada lantakkan keangkuhan Kami adalah butir-butir peluru Yang siap ditembakkan dan melaju Mengoyak dan menumbang kezaliman Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi Kami adalah mata pena yang tajam Yang siap menuliskan kebenaran Tanpa ragu ungkapkan keadilan Kami pisau belati yang selalu tajam Bak kesabaran yang tak pernah akan padam Tuk arungi da?wah ini , jalan panjang Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi

KEDAMAIAN

Bertahan Bertahan dengan berita mengerikan Tusukan tak terlihat diteruskan Semua isi kertas mereka belokan Tidak hanya menghujat dengan perkataan Desingan gencatan terus bergantian Sebenarnya, apa mau kalian??? Berkorban Tertantang tuk selalu melawan Tak pernah pejamkan mata karena keimanan Atau tertunduk dengan yakin yang dipalsukan Hanya smentara, pejam mata adalah keterusan Mungkin tersenyum dengan keimanan kekuatan Dan termenung dengan kebohongan yang dibolehkan Sebenarnya, apa mau kalian? Melawan Melangkah kedepan untuk mencari kepastian Tangan kosong bukan alasan Bukan pula sorotan terhadap rombongan Hanya karena layak tuk diperjuangkan Dan demi nyatanya sebuah kebebasan Merasakan dengan terpejam dalam kuburan Atau dengan hembusan nafas itu pilihan Terpenting jasa yang dulu dan yang dulu dan yang di depan Apa mau kalian? Tak jawab, tanyalah kami “apa mau kalian?” cukup mengatakan “kami hanya ingin KEDAMAIAN.”

Pelaku Tak Bertanggung Jawab yang Hancurkan Nama Media dan Ideologi Muslim

Dunia memang terasa hampa tanpa berita, bukan karena apa-apa, berjalan selangkah kedepan berita selalu menghampiri kita, disadari atau tidak disadari, sengaja atau tidak, baik atau buruk , serius atau konyol belaka. Ini mengartikan bahwa berita menjadi bekal kehidupan manusia dimanapun mereka berada, maka sangat etis jika media dijadikan nyawa kedua bagi umat adam. Karena lahapan mereka yang baru (media) semakin menjadi-jadi, disertai kebutuhan manusia terhadapnya, maka media menjadi bahan/alat dalam mentranformasi otak bahkan ideologis. Sebegitukah kuatnya media mempengaruhi otak?? Tentu, karena   manusia sendiri yang menjadi konsumen sejati media, maka dengan mudah media bekerja. Tapi sebenarnya bukan masalah karena itulah hakikat berita dalam media, itu hal yang layak bagi dia. Tapi apa yang diproduksi, dan bagaimana manusia mengkonsumsi itu yang sangat harus diperhatikan. Saking memiliki efek yang besar dari sebuah media seorang kaisar francis Napoleon Bonaparte pernah ...

Tarbiyah Anak Sejak Dini, Ujian dan Amanat Jadi Nikmat

@lomba karya tulis bertema Tarbiyah Anak untuk Keluarga Islami Banyak yang makan buah tapi tak tahu dimana pohonnya, tak sedikit pula yang minum air dan tidak tahu dari mata air mana air itu keluar, lebih banyak lagi yang tersenyum dengan orang yang ketemu di jalan tanpa tahu siapa pribadi itu, juga sangat banyak yang menginjakan kakinya tanpa tahu tanah jenis apa yang ia injak atau bahkan ternyata bukan tanah sedang ia injak. Maka   seperti itulah tarbiyah, ribuan orang mengatakannya bahkan jutaan orang memperbincangkan. Tapi apa?? Tak sebanyak itu yang memahami apa itu tarbiyah. Sehingga tak ayal lagi banyak masyarakat awam yang melakukannya tapi sayang mereka tidak menyadari bahwa yang dilakukannya adalah bagian dari tarbiyah. Sudah jelas bahwa islam membawa tarbiyah yang baik. Tidak hanya perihal akhirat, duniawipun islam mendidik dari segala aspek. Termasuk tarbiyah dalam mendidik anak demi terwujudnya kelurga islami,   bahkan tarbiyah bagi anak sangat banyak ...