Langsung ke konten utama

Postingan

(Dakwah) Pendaki Akhwat

Semakin maraknya even pendakian beberapa tahun ke belakang. Entah itu “organized” resmi atau oleh organisasi lokal menjadikan gunung sebagai tujuan hobi yang anyar. Tentu bukan hal baru perihal pendakian gunung, tapi jika dihitung dalam kapasitas yang besar maka mendaki gunung menjadi hobi baru yang menginjak rating yang tinggi, khususnya di Indonesia. Melonjaknya peminat hobi ini (khususnya di Indonesia) bisa dikategorikan kepada beberapa sebab. Mengingat masyarakat (awam) Indonesia yang latah tehadap tren. Bisa dikatakan film 5 cm karya Donny Dhirgantoro menjadi titik awal ramainya pendakian gunung. Bukan berarti semua pendaki pemula melakukannya berdasarkan momen yang sedang tren, tentu ada kategori lain yang mereka jadikan sebagai alasan tertentu. Berjalannya waktu “mendaki gunung” yang cenderung dipandang sebagai olahraga yang berat kini justru banyak diikuti oleh kaum hawa. Sehingga hobi ini mulai diikuti oleh semua kalangan mulai anak hingga tua. Apalagi dengan mulai te...

Mulailah Dari Hal Kecil !

Begin from your self !" Sebuah frasa yang sering terucap dan didengar dalam proyek perubahan. Frasa ini juga menandakan akan pentingnya sebuah niat. Apa tujuan kita, ada tujuan besar ada tujuan kecil. Ada prioritas ada yang harus kita korbankan. Resiko mungkin akan sedikit kita rasakan, tapi itu baik. Disebut manusia tertinggal, kuno entah apalah. Tapi kita berbicara prinsip. Mengapa kita berhijab di pantai, gunung. Itulah prinsip kita kepada Allah. Mengapa kita sholat di gunung, pantai. Begitu kita menjaga amanah. Kasarnya bujukan-bujukan dari mereka tidak memiliki peran sedikitpun karena kita bergerak berdasarkan niat. Selain frasa diatas ada hal yang sering diacuhkan. "Mulailah dari hal kecil" sebuah kalimat yang dianggap remeh. Dia seperti tangga kecil yang hina di bawah eskalator. Padahal tanpa tangga kecil,kita takan sampai ke eskalator. Jika kalian berbicara perubahan. Lalu melanjutkannya dengan "memulai dari diri sendiri". Maka formula ter...

Selamat Datang Hari Kemenangan

Kalaulah Ramadhan marah  Maka kita sudah tidak bertemu dengannya sejak lama Kita ditinggalkan, padahal kita yang meninggalkannya Jika sedih maka dia lebih sedih Mungkin sedih meninggalkanmu atau sedih ditinggalkan Jangan berkeinginan untuk berjumpa lagi Kau jua tak ada bedanya Kita terikat dengan berkah Ramadhan Cepatlah berazam  untuk bertemu lagi dengannya Dan mulai mencium keningnya saat syawal Merangkul pundaknya dengan amal sholeh Bersenggama dengan mabit-mabit Pada akhirnya sedih itu jumpa lagi Ramdhan datang dikambing hitamkan, Lebaran dikambing hitamkan, Ramadhan dirindukan. Selamat datang hari kemenangan. Tasikmalaya, 5 Juli 2016

Selamat Berjuang ...

Perjuangan tak akan kekang oleh zaman. Jika berjuang hanya karena harta, mungkin sekarang kita akan berbicara bahasa Jepang atau Belanda. Dunia akan sepi dari pujian dan cacian. Bahkan samudera yang luas akan menggenang tanpa ombak, karena tak diricuhkan oleh kaki bangsat yang beradu dengan pembela identitas pribadi dan bersama. Perjuangan akan hilang tanpa ada yang kita bela. Penjajah dunia dari kelas Eropa hingga Asia ingin membela diri dan hidupnya dan mereka bergerak. Selalu asa yang mereka bela. Dan mereka tidak malu dengan mata sipit atau hidung mancung saat berjuang. Maka mulailah peperangan. Perjuangan akan hampa jika yang kita bela adalah hal yang lumrah dan mudah rusak. Apa guna kita membela pohon yang akhirnya akan rapuh, patung akan hancur, semuanya akan dimakan usia. Hampa jika apa yang kita perjuangkan hanya kembaran yang sama-sama tercipta dari dua sejoli yang bercinta. Semuanya akan musnah. Jangan bergarap perjuangan kita akan mulus. Entah bagaimana masalah itu dat...

Lunturnya Identitas Berpikir (2)

Kemenangan demi kemenangan diraih oleh pasukan Rasulullah. Melalui komandan-komandan muda yang memimpin peperangan, Islam semakin meluas di masa khulafaurrasyidin. Bahkan hingga menular ke negeri pertiwi. Semangat jihad menumpas penjajahan Eropa, sama kuatnya dengan khilafah nenek moyangnya. Pekikan takbir bung Tomo dan Pangeran Dipenogoro bukan sekedar fiktif yang ada di buku sejarah SMP-SMA. Itu adalah semangat juang tinggi untuk menyingkirkan kafir barat. Karena janji Allah akan kemenangan serta nasionalisme yang tinggi Indonesiapun merdeka. Dalam perjuangan, kita tidak berbicara tentang kemenangan. Biarlah seorang pejuang tetap mempunyai nilai tersendiri di hadapan Tuhannya dan para saksi yang juga syahid di jalanNya. Tapi pejuang tetap pejuang walau tanpa kemenangan. Akan menjadi gagal paham kita jika penilaian dari sebuah perjuangan hanya hasil semata. Kita akan terlihat materialistis. Tidak semua Rasul dan Nabi Allah sukses dalam perjuangan dakwah. Apakah umat Nuh as be...

Pentingnya "Konsep Fitrah" Dalam Islam

Manusia penghuni alam jagat ini sama statusnya dengan makhluk lain. Tapi lebih memiliki keahlian khusus dan kelebihan yang tidak dimiliki lainnya. Ia juga diberi jabatan sebagai khalifah di muka bumi (Albaqarah : 30). Meski banyak perdebatan tentang makna khalifah. Sebagian besar ulama menganggap bahwa manusia tidak hanya pengganti orang lain. Tapi ia juga khalifatullah (pengganti Allah) dalam artian khalifah bertindak dan berbuat sesuai dengan perintah Allah. Kekhususan manusia juga terletak pada segi fitrah. Cirinya adalah bahwa manusia menerima Allah sebagai Tuhan. Dengan kata lain manusia memiliki kecenderungan kepada agama. Dan itu agama Allah, karena agama sebagian dari fitrahnya. Jadi naluri seorang manusia ketika lahir adalah islam. Tapi ada potensi manusia tidak menjadi muslim. Karena faktor eksternal/alam/lingkungan. Tapi tetap identitas manusia saat lahir adalah sebagaimana ruh ditanya dalam kandungan. Pandangan seperti ini mungkin akan brrtentangan dengan sebagian ...

Bahagia... Dimana dia ?

Seperti kau lihat diluar sana. Hujan terus mengguyur bukan ? kita tak bisa berkelana memanjakan tubuh mungil yang rusak ini. Tenanglah ! Kita tidak akan selamanya dihadapkan dengan hujan petir. Ada saatnya matahari jernih sepenuhnya menyinari hingga sampai saatnya kita mengeluh kembali. Cukup yakini ayat Allah "و تلك الا يام نداولها بين الناس" Bahwa keadaan setiap peradaban akan terus berjungkal silih berganti. Apalah daya manusia... Pemburu kesenangan yang sementara akan terus mencari. Apakah kegembiraan hidup ? Sepotong musik jazz ? Semangkok bakso ? Sebait puisi ? Sebatang rokok ? Seorang istri ?.. ah.. apa selembar ijazah ? Sebuah mobil ? Sebuah rumah ? Pacar ? Walkman ? Akan selalu bertanya. Bagaimana caranya menikmati hidup ? Padahal dua partikel atom dalam hidup saling tarik-menarik dan tolak-menolak. Tak selamanya sedih begitu juga bahagia. Masih saja bingung dengan kebahagiaan yang sementara. Mengapa kita bisa bahagia Tuhan ? Jangan-jangan mencari kebahagi...