Langsung ke konten utama

Postingan

PILIHAN

Hidup adalah pilihan, dan pilihan itu akan semakin terasa efeknya di zaman sekarang di Indonesia ini, karena antara yang baik dan tidak baik keduanya telah terbuka, antara yang benar dan salah tidak ada pembatas, tidak seperti zaman Adolf Hittler tidak ada pilihan lain kecuali menjadi pengikutnya, walaupun sebenarnya pilihan itu seharusnya tetaplah ada, tapi paksaan yang kuat menjadikan seakan-akan hak manusia untuk memilih menjadi hilang, begitu juga pada zaman Soeharto, secara tertulis mungkin benar adanya hak untuk memilih kehidupan, tapi nyatanya di lapangan itu tidak ada, kekuatan telunjuk penguasa lebih berhak menentukan pilihan kehidupan setiap manusia. Dan sekarang, sekaranglah alam demokrasi, dunia toleransi Indonesia dan pilihan menjadi benar-benar penentu, kehidupan setiap insan ada di pilihannya masing-masing, efek toleransi yang besar masyarakat Indonesia kini menjadikan hidup itu benar-benar pilihan, dan semakin jelas saat segala sesuatu terbuka lebar, entah itu ke...

WAKTU

Waktu bagaikan pedang, kita harus menjinakannya dan menggunakannya dalam kebaikan jika tidak maka pedang itu yang justru akan mematikanmu dan menghancurkanmu. Waktu lebih berharga dari emas, semahal-mahalnya emas tentu jika lebih banyak emasnya harga akan lebih mahal dan emas akan kita dapatkan lebih banyak jika waktu kita manfaatkan dengan baik, dan emas bukan termahal di dunia ini banyak hal-hal lain yang lebih mahal dari emas jika waktu kita manfaatkan dengan baik, maka memanfaatkan waktu yang ALLah berikan kepada kita akan menjadi harga mati untuk kehidupan di dunia ini. Dalam Quran yang Allah turunkan nabi akhir Zaman terdapat banyak ayat yang mengingatkan kita yang sering disebut qasamullah seperti wal fajr, wal ‘ashr, wallail idza yagsya, waddhuha, wassyamsyi wadhuhaha,,, itu semua mengingatkan pada kita bahwa waktu amatlah berharga dan menjadian perhatian besar pula dalam Al-quran. Wujudnya peringatan seperti ini oleh Allah melalui Quran bukan berarti menjadi beban bagi ki...

Jejak - Izzatul Islam

menapaki langkah-langkah berduri menyusuri rawa, lembah dan hutan berjalan diantara tebing jurang smua dilalui demi perjuangan letih tubuh di dalam perjalanan saat hujan dan badai merasuki badan namun jiwa harus terus bertahan karna perjalanan masih panjang kami adalah tentara Allah, siap melangkah menuju ke medan juang walau tertatih kaki ini berjalan jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan wahai tentara Allah bertahanlah,, jangan menangis walau jasadmu terluka sebelum engkau bergelar syuhada tetaplah bertahan dan bersiap siagalah * The Poems gunung tinggi menjulang samudra luas membentang adalah lahan peneguhan hutan rimba padang gersang jadi ajang pembuktian hujan badai terik panas kerontang pasti kan hiasi perjalanan saat langkah tlah diayunkan pantang surut ke belakang hingga sampai ke tujuan bertahanlah dan bersiap siagalah

PRIORITAS

Perjalanan kita masih terlalu panjang Untuk hanya lari dalam waktu tertentu Jarak terkadang buat langkah kaki lebih cepat Sayang,,, perbandingan akhir bukan hanya jarak Tapi keberadaan dalam menempuhnya Makananpun tak selamanya jadi andalan dalam pendakian Bahkan situasional akan jadi prioritasnya Seperti ini adanya sebuah kehidupan Selalu penuh dengan keputusan-keputusan Yang tak mengartikan salah satu terasingkan Hanya masalah  tentang apa yang harus dikedepankan

kultwit - pentingnya PRIORITAS

pemahaman prioritas bagi awam bahkan ilmuwan menjadi semakin berkurang, bisa berefek pada pengmabilan keputusan yang kurang tepat. # respect hanya karena tidak ingin mengikat sehingga merampas kebebasan hidup. # respect karena kebebesan hidup adalah milik setiap insan. # respect anda harus mendapatkan kehidupan yang tenang, tidak tergesa-gesa karena ikatan itu # respect dari sanalah berbagai pengalaman dan pelajaran yang sebenarnya kan kau dapat # respect mana yang akan didahulukan menjadi ilmu yang besar pengaruhnya. hampir seluruh efek dan sebab dari sebuah prioritas. # respect kebaikan -kebaikan itu memang harus terjaga # respect tapi tidak berarti melupakan bahkan meninggalkan hal yang justru seharusnya diprioritaskan. # respect mari kita selaraskan dengan pikiran yang tenang bukan berarti lemot, dan dengan damai bukan berarti tertinggal # respect akademik sangatlah penting kita miliki, tapi tak berarti ilmu kehidupan ditinggalkan sehingg...

Taqwa kepada Allah

adalah hal yang lumrah jika kita berbicara tentang taqwa, mungkin kebanyakan berkata seperti itu, hampir setiap minggu bahkan hari ceramah tentang taqwa sering disamapaikan setidaknya khatib jumat sering menyeru kita pada ketaqwaan, tapi tidak ada salahnya jika kita berbicara ini semua dari sudut pandang yang berbeda, pemahaman yang mungkiin jarang disampaikan, dari sinilah kita mulai berbagi. taqwa sering diperdengarkan dengan artian melaksanakan perintahnya dan menjauhi laranganNya. tidak salah memang jika kita mengartikan seperti itu, kembali ke kalimat taqwa yang berasal dari waqa - yaqi - wiqayatan yang berarti secara kamus menghindari maka akan lebih dalam lagi kita mengetahui apa itu taqwa. jika taqwa berasal dari kata itu yang berarti menghindari, maka taqwa kepada Allah apakah berarti kita menghindari Allah, كلا و كلا الف كلا seribu kali saya katakan tidak, dituliskan dalam beberapa buku taqwa mina nnar, taqwa min kibaar, yang berarti menghindari dari api neraka, menghinda...

Kata ‘Islamic’ Obati Penasaran

Suatu hari di minggu-minggu libur setelah UTS entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja tangan saya jadi berat untuk sekadar memegang kepala dengan yang dipikirkan, kala itu kepala saya menjadi terpikir tentang isi dari dauroh mingguan yang diadakan sorenya tentang keadaan umat islam di timur tengah dan kondisi disana yang sering disebut “arab spring” ditambah larangan semua media islam untuk mempublish berita-berita yang sebenarnya terjadi di jauh sana, mungkin ini juga penyebab kepala saya terus on untuk berpikir, tapi tak lama Imam bersama Ridwan menghilangkan pikiran itu dengan paksa melalui panggilan jarak jauhnya “jay...” mereka panggil saya, tapi tak apalah Saya bilang dalam hati, lumayan juga menghilangkan pikiran yang tadi sempet menguras tenaga. Akhirnya kitapun jalan bersama tanpa arah dan tujuan entah kemana, bahkan pembicaraan kita lebih terarah ketimbang tujuan perjalanan kaki kita. Berjalan dengan langkah yang sama, semakin lama keberadaan imam semakin terbelakang ...