Langsung ke konten utama

Postingan

Kata ‘Islamic’ Obati Penasaran

Suatu hari di minggu-minggu libur setelah UTS entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja tangan saya jadi berat untuk sekadar memegang kepala dengan yang dipikirkan, kala itu kepala saya menjadi terpikir tentang isi dari dauroh mingguan yang diadakan sorenya tentang keadaan umat islam di timur tengah dan kondisi disana yang sering disebut “arab spring” ditambah larangan semua media islam untuk mempublish berita-berita yang sebenarnya terjadi di jauh sana, mungkin ini juga penyebab kepala saya terus on untuk berpikir, tapi tak lama Imam bersama Ridwan menghilangkan pikiran itu dengan paksa melalui panggilan jarak jauhnya “jay...” mereka panggil saya, tapi tak apalah Saya bilang dalam hati, lumayan juga menghilangkan pikiran yang tadi sempet menguras tenaga. Akhirnya kitapun jalan bersama tanpa arah dan tujuan entah kemana, bahkan pembicaraan kita lebih terarah ketimbang tujuan perjalanan kaki kita. Berjalan dengan langkah yang sama, semakin lama keberadaan imam semakin terbelakang ...

Gaza-Izzatul Islam

Syair by: Afwan Riyadi Gaza.. Gaza.. Gaza.. Semuanya bermula Gaza.. Gaza.. Gaza.. Tanah para syuhada Gaza.. Gaza.. Gaza.. Kemenangan kan nyata Gaza.. Gaza.. Gaza.. Palestina merdeka Negri mujahiddin sejati Serahkan jiwa di jalan Ilahi Perjuangan tak kenal kata henti Demi raih kenikmatan abadi Debu dan batu jadi saksi Jiwa nan perkasa tunaikan janji Seagung kepak sang rajawali Hancurkan kecongkakan tirani Wahai Muslimin bangkitlah, bangkitlah..! Palestin memanggilmu bebaskan, bebaskan..! Walau tumpah peluh dan darah Tegak satu cita.. Palestina merdeka !!

Kesederhanaan Sebuah Cita-cita

Cuaca tenang di pagi yang indah ini, disertai hembusan angin yang menusuk dan kicauan burung pipit yang bersamaan dengan suara pijakan kaki yang semakin mendekat. “ini de, kopi susunya.” Ujar bibi pembantu padaku, sesuai dengan minuman pagi favorit ku, sambil melihat lambaian daun pisang kesana kemari dan rintikan hujan yang mulai membesar ku minum kopi susu itu, sampai terdengar suara gelinding kursi roda yang kian lama semakin mendekatiku, ku lihat sosok yang sudah berumur tua, kulit keriput yang terlihat terang dengan senyumannya, entah itu pertanda senang atau sedih, karena apapun yang terjadi beliau selalu dalam keadaan tersenyum. “kamu nggak tidur ki, biasanya kalo pagi dingin gini udah mimpi kan? Hhe” Tanya kakek sambil senyum. “hha, bisa aja kek, Rizki lagi merenung aja ni,” balasku, sambil berharap kakek menanyakan akan apa yang aku renungkan.   “ohh, renungin apa ki? Ga biasanya serius gini, hhe” Tanya kakek lagi seperti biasa dengan senyumannya. Akhirnya ditanyai...

Pendidikan Hindari Boomerang

Syubhat di pandangan masyarakat awwam berarti keraguan atau ketidak pastian, juga seperti itulah arti syubhat di KBBI, tapi dalam fiqh dakwah syubhat berarti sebuah kezaliman yang ditutupi dengan kebaikan, sehingga disebut syubhat karena kesalahan atau kezaliman yang musuh kita (kafir) ditutupi dengan sesuatu yang baik sehingga seakan diterima di islam, uslub dan yang lainnya justru menyimpang dari islam. Dalam ilmu dakwah, salah satu uslub dakwah adalah menghapuskan syubhat-syubhat yang menyebar di hamparan dunia   ini, mengapa syubhat-syubhat itu harus dihapuskan, karena syubhat yang disebarkan oleh musuh kita memiliki tujuan yang terorganisir, visi yang membahayakan islam dan tentu ingin menghancurkan islam. Dan yang justru menjadi pikiran bagi kita adalah sandaran mereka (musuh) saat membuat sebuah kesyubhatan, yaitu masdar mereka dalam merancang syubhat-syubhat bagi dakwah islam, dan salah satu yang menjadi masdar bagi mereka menciptakan kesyubhatan bagi dakwah islam ...

Kemegahan Air

Kapan terakhir kali kita berniat untuk bersyukur dengan wujud air yang Allah berikan? Inilah nikmat terbesar milikNya, bahkan 2/3 dunia adalah air begitupun diri kita yang terdiri dari air, sangat agung kebesaranNya walau hanya dengan air. Patutlah kita bersyukur dengan nikmat ini. Kebesarannya melalui Air adalah hal yang  besar yang tak bisa kita lupakan selama-lamanya, air yang terus mengalir sejak zaman nabi hingga akhir nanti kiamat, bagaimana mungkin kita melupakan jasa sebesar ini, manusia dari dulu hingga sekarang  siapapun dia, entah seorang presiden, menteri, bisnismen, entreupreneur, khotib, penjual, supir bahkan seorang pengemispun semua tercipta dari setetes air. Tidak terbayang bagaimana kebesaranNya ini bekerja untuk menjadikan setes air itu menjadi bongkahan daging bersasis tulang. Teringat lagi dengan Nabi Musa bersama aliran air sungai dia sampai di tangan seorang istri raja besar dan tajir Fira’un dan diangkat sebagai budaknya hingga dia besar sebagai ...

Menuju Kualitas Tinggi dengan Pendidikan

Indonesia termasuk big five Negara dengan popularitas penduduk yang cukup tinggi. Sehingga besarnya kuantitas membuat kesempatan untuk menaikan kualitas negeri ini lebih besar, seperti itulah pandangan persentase di mmata saya, tanpa dilihat jiwa perorangannya. Dan memamng keadaan diri setiap insane adalah tolak ukur yang hakiki dan lebih kuat untuk membuktikan rating kualitas sebuah mujtama’, mencoba memandang jauh ke belakang bagaimana bangsa Arab digoncangkan dengan kemenangan pasukan Nabi SAW berpasukan kurang lebih 300 melawan kafir yang berjumlah 1000, juga perang uhud yang mana kemenangan sudah didepan mata kaum muslimin bisa lenyap begitu saja karena kecerobohan pasukan pemanah yang kehilangan sifat zuhud mendadak, kejadian dua perang ini yang menghasilkan dua pemenang dengan persentase kuantitas yang hampir sama membuktikan bahwa kualitas itu ada di diri setiap orang dalam kumpulan tertentu. Kembali ke tanah air tercinta ini, melihat gambaran diatas berarti untuk menuju ku...

TEKAD - IZZATUL ISLAM

Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi Kami adalah panah-panah terbujur Yang siap dilepaskan dari bujur Tuju sasaran , siapapun pemanahnya Kami adalah pedang-pedang terhunus Yang siap terayun menebas musuh Tiada peduli siapapun pemegangnya Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi Kami adalah tombak-tombak berjajar Yang siap dilontarkan dan menghujam Menembus dada lantakkan keangkuhan Kami adalah butir-butir peluru Yang siap ditembakkan dan melaju Mengoyak dan menumbang kezaliman Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi Kami adalah mata pena yang tajam Yang siap menuliskan kebenaran Tanpa ragu ungkapkan keadilan Kami pisau belati yang selalu tajam Bak kesabaran yang tak pernah akan padam Tuk arungi da?wah ini , jalan panjang Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi