Langsung ke konten utama

Mari Kita Hidup Bersama


Dunia terlalu luas tuk kita jadikan tempat berkeluh. Cukup berjalan menyisir jalur kebenaran. Keluh kesah kau temukan tapi itu dinamika. Ujian itu hanya secerca sedang jalan lurus adalah selamanya. Islam kuat untuk manusia yang maslahat dan sejahtera. Jangan kau ragukan kebenaran orang yang lebih dulu dekat dengan Allah meski kau lebih pintar. Persatuan cukup jadi alasan mengapa kita bersandiwara.
Jangan pula kau tanyakan cadar menutupi wajah para wanita nan anggun mempesona. Karena saya sudah temukan mereka loncat girang melihat fatin dan "kun anta". Begitu juga celana cingkrang dan janggut, kita akan hidup bersama dengan levis ketat dan sarungan. Pahami apa isinya hingga sampai kita berhusnuzon bahwa kita bersama sedang menuju jalan Allah.
Tulisan ini mungkin berdasar atas kehilafan yang terus berulang. Tapi jangan kau bunuh aku dengan otak jahat itu. Sekulerisme, pluralisme dan liberalisme cukup memanaskan perdebatan otak kecil ini. Mana ada manusia yang kuat menahan ? Pilihannya kita bela yang salah atau tegar dalam kebenaran. Untaian kata tanpa makna masih bisa dibaca. Tapi "ghazwulfikri" tak jelas arahnya. Zaman Adam kebingungan mana kebenaran ? Mana yang konspirasi ? Mana yang propaganda ? Radikal dalam ketidakjelasan yang menunculkan aura untuk "teror".
Diamlah... sabar kami tak ada batasnya. Kita berpihak pada sistem kebenaran yang terorganisir melalui wahyuNya. Desingan senjata hanya menambah ketaatan, kepulan asap bom cukup mengobati tangis untuk kembali melawan. Maka diamlah. Kesejahteraan sudah dekat, jangan kau berkecamuk dengan hal yang tidak penting.
Percuma jamaah ini kau hancurkan. Mati satu tumbuh seribu. Katanya. Kita yang butuh jamaah untuk beribadah, untuk birokrasi, untuk kekayaan alam. Kita membutuhkannya, jangan kalian pikir bahwa jamaah membutuhkanmu. Sedikitpun tidak. Jangan kalian kira kita bisa makan dengan harapan dna omong kosong. Karena jamaah itu akan berada di jalan yang lurus entah kita ada di dalamnta atau tidak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman ). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan. Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”. Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dal...

Perempuan Menutup Aurat atau Lelaki Menahan Nafsu?

Polemik patriarki selalu jadi tema pembahasan para feminism. Ada sudut pandang lain yang menurut mereka lelaki terlalu spesial dari perempuan.  Salah satunya soal perintah perempuan harus menutup aurat, lalu dihubungkan dengan soal tindakan kriminal, pemerkosaan dan menjaga kehormatan. Feminism melihat bukan soal perempuan yang harus menutup aurat, tapi lelakilah yang harus menahan nafsu. Dari sinilah perseteruan dimulai! Menurut saya, tidak ada polemik yang perlu diperpanjang, entah siapa yang memulai, tapi pembahasan ini seharusnya selesai sejak kedua titah itu dituliskan. Jika dilanjutkan, akhirnya muncul ribuan pertanyaan. Kenapa perempuan harus bertanggung jawab atas nafsu lelaki? Kenapa perempuan yang harus jaga diri dari lelaki, bukan sebaliknya? Dari pihak lain akan bertanya juga dengan konteksnya.  Menutup aurat itu kewajiban bagi perempuan, begitu juga menahan nafsu wajib bagi lelaki. Ego masing-masing yang membuat perdebatan ini tidak ada endingnya. Ada satu perspek...

Puisi Tandingan untuk Sukmawati

IBU MUSLIMAH Oleh : Irene Radjiman Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari'at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari'at. Aku tahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah. Gerai tekukan rambutnya sangatlah cantik. Rasa ciptanya bagaikan kristal mutiara yang menyatu dengan kodrat alam. Begitu cantiknya hingga Rabbku menyebutnya aurat dan tak rela mata-mata durjana liar memandangi kecantikannya. Kecantikan itu harus tetap suci terbungkus kain hijab. Lihatlah ibu muslimah. Saat penglihatanmu semakin asing. Supaya kau dapat melihat kecantikan asli dari imanmu. Jika kau ingin menjadi cantik, memiliki jiwa yang sehat,  beradab dan bermartabat Selamat datang di duniaku, bumi Ibu muslimah. Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari'at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari'at. Aku tahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok. Namun seluruh suara merdu dimuka bumi ini ...