Langsung ke konten utama

Surat Untuk Ibu Pertiwi

Oleh : Iqbal M Nursalim 
(Mahasiswa Universitas Omdurman - Sudan)

Telah tiba saat dimana letupan-letupan kecil bersatu menjadi sebuah ledakan yang begitu dahsyat.
Telah tiba saat dimana rakyat muak dengan kekuatan hukum yang dipermainkan dan tak bisa apa-apa.
Telah tiba saat dimana masyarakat dipertontonkan dengan ketidakadilan dan penegakan hukum hanya sebuah ocehan belaka.
Mungkin hukum sedang sakit sehingga kami harus menjenguknya.
Mungkin penegak hukum dalam keadaan yang sulit sehingga kami harus mendukungnya.
Mungkin ada pihak yang mengganggu penegakan hukum sehingga kami harus melawannya.
Mungkin ada pihak yang tidak suka jika negri ini berkeadilan sehingga kami harus membinasakannya.
Siapapun itu, pihak manapun itu, tidak menjadi penghalang untuk menjadikan negeri ini berkeadilan.
Wahai ibu pertiwi...
Hari ini kami datang untuk menjenguk hukum yang sedang sakit.
Wahai ibu pertiwi...
Hari ini kami datang untuk mendukung para penegak hukum.
Wahai ibu pertiwi...
Hari ini kami datang untuk melawan para pengganggu penegakan hukum.
Wahai ibu pertiwi...
Hari ini kami datang untuk membinasakan pihak-pihak yang tak ingin negeri ini berkeadilan.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang adil maka dengan ini kami akan memerdekakan indonesia dari segala bentuk penjajahan modern.
Saksikanlah !!!
Sumber :
http://wp.me/p7OQgh-8

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman ). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan. Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”. Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dal...

Perempuan Menutup Aurat atau Lelaki Menahan Nafsu?

Polemik patriarki selalu jadi tema pembahasan para feminism. Ada sudut pandang lain yang menurut mereka lelaki terlalu spesial dari perempuan.  Salah satunya soal perintah perempuan harus menutup aurat, lalu dihubungkan dengan soal tindakan kriminal, pemerkosaan dan menjaga kehormatan. Feminism melihat bukan soal perempuan yang harus menutup aurat, tapi lelakilah yang harus menahan nafsu. Dari sinilah perseteruan dimulai! Menurut saya, tidak ada polemik yang perlu diperpanjang, entah siapa yang memulai, tapi pembahasan ini seharusnya selesai sejak kedua titah itu dituliskan. Jika dilanjutkan, akhirnya muncul ribuan pertanyaan. Kenapa perempuan harus bertanggung jawab atas nafsu lelaki? Kenapa perempuan yang harus jaga diri dari lelaki, bukan sebaliknya? Dari pihak lain akan bertanya juga dengan konteksnya.  Menutup aurat itu kewajiban bagi perempuan, begitu juga menahan nafsu wajib bagi lelaki. Ego masing-masing yang membuat perdebatan ini tidak ada endingnya. Ada satu perspek...

Literasi Kopi (1)

Gambar oleh  Free Photos  dari  Pixabay Kita sedang hidup di era semua permasalahan bisa terselesaikan oleh secangkir kopi. Renungan derita pekerjaan selama satu pekan seolah cair oleh kopi. Setumpuk tugas di atas meja kerja seakan tuntas terbawa arus tegukan kopi. Dari puluhan kata kopi yang terucap setiap harinya, seberapa jauh pengetahuan mereka tentang kopi. Apakah kopi hitam bercampur dengan logo kapal pinisi itu jadi standardisasi kopi yang dimaksud? Ataukah suasana kafe yang estetik dan instagramabble adalah maksud dari kopi? Menjadikan kopi sebagai langkah menyelesaikan masalah memang salah satu jawaban. Tidak bisa kita salahkan, tidak juga sepenuhnya kita benarkan. Kopi adalah biji dari tumbuhan kopi, melalui beragam proses, maka lahirnya bubuk kopi yang siap seduh. Mengapa kalimat di atas patut kita benarkan? Sebab kopi mengandung kafein yang dapar merangsang semangat. Mari sempatkan kita baca beberapa artikel atau jurnal tentang kopi yang berhubungan dengan pen...