Langsung ke konten utama

Cinta Maha Cinta

Oh... cinta...
Kemana kau pergi dari benakku
Relakah ketidakwarasan ini tumbuh di tempatmu dulu
Sekadar manuskrippun sulit ku temukan
Kembalilah, mengantar ku pada jalanNya
Mungkin cinta sudah tidak mencinta
Hingga ku temukan banyak kerusakan
Oh... cinta...
Menangislah jika itu perlu
Sedikitpun tidak kau butuhkan manusia
Justru sebaliknya
Tapi kau tetap menangis dengan kesusahan manusia
Sebodoh itukah kita hingga melupakan si cinta
Oh... cinta...
Kau tunjuki jalan bersama umat manusia
Tidak ada stratifikasi ala barat, apa komunis
Kau satukan hubungan darah yang terpisah
Kegamangan suku, ras dan agama sudah lebih dulu sebelum HAM
Entahlah kurangnya apa...
Oh... cinta...
Kau aku lukai tanpa ampun
Dunia sudah lupa esensi cinta kemana
Jasamu berguna tapi isinya terhina
Kalaulah boleh cinta ingin berkata :
"Wahai umat manusia siapalah kita kecuali 'abid dari sang pencipta"
Tidak, tidak... cinta itu milik kita
Cinta tak berjasa tapi manusia yang mencipta
"Bohong, kau pendusta ! Jangan sekali-kali kau gunakan cinta" balas si cinta
Oh... cinta...
Jangan marah, lebih dari tiga hari
Biar ku obati dan tak pernah ku ulangi
Kembalikan romantika cinta yang dulu kau tanam
Biar ku tuai seperti pertama kali kita bersua
Nyatanya dinamika akan tetap ada menggerogoti kedamaian
Oh... cinta...
Ampuni kebodohan manusia yang sejak dulu merusak
Kasihi mereka yang sangat butuh dengan rahmat
Hadirmu akan mengembalikan ketaatanku padaNya
Tolong,, bergegaslah kembali ke tempatmu dulu
Meski berat hati, kau sadar cinta harus memenuhi relung hati
Oh... cinta
Bantu kami mencintai Maha cinta
Maha cinta yang memberi cinta saat cinta pergi
Kebingungan ini akan hilang dengan cintanya Maha Cinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman ). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan. Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”. Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dal...

Perempuan Menutup Aurat atau Lelaki Menahan Nafsu?

Polemik patriarki selalu jadi tema pembahasan para feminism. Ada sudut pandang lain yang menurut mereka lelaki terlalu spesial dari perempuan.  Salah satunya soal perintah perempuan harus menutup aurat, lalu dihubungkan dengan soal tindakan kriminal, pemerkosaan dan menjaga kehormatan. Feminism melihat bukan soal perempuan yang harus menutup aurat, tapi lelakilah yang harus menahan nafsu. Dari sinilah perseteruan dimulai! Menurut saya, tidak ada polemik yang perlu diperpanjang, entah siapa yang memulai, tapi pembahasan ini seharusnya selesai sejak kedua titah itu dituliskan. Jika dilanjutkan, akhirnya muncul ribuan pertanyaan. Kenapa perempuan harus bertanggung jawab atas nafsu lelaki? Kenapa perempuan yang harus jaga diri dari lelaki, bukan sebaliknya? Dari pihak lain akan bertanya juga dengan konteksnya.  Menutup aurat itu kewajiban bagi perempuan, begitu juga menahan nafsu wajib bagi lelaki. Ego masing-masing yang membuat perdebatan ini tidak ada endingnya. Ada satu perspek...

Literasi Kopi (1)

Gambar oleh  Free Photos  dari  Pixabay Kita sedang hidup di era semua permasalahan bisa terselesaikan oleh secangkir kopi. Renungan derita pekerjaan selama satu pekan seolah cair oleh kopi. Setumpuk tugas di atas meja kerja seakan tuntas terbawa arus tegukan kopi. Dari puluhan kata kopi yang terucap setiap harinya, seberapa jauh pengetahuan mereka tentang kopi. Apakah kopi hitam bercampur dengan logo kapal pinisi itu jadi standardisasi kopi yang dimaksud? Ataukah suasana kafe yang estetik dan instagramabble adalah maksud dari kopi? Menjadikan kopi sebagai langkah menyelesaikan masalah memang salah satu jawaban. Tidak bisa kita salahkan, tidak juga sepenuhnya kita benarkan. Kopi adalah biji dari tumbuhan kopi, melalui beragam proses, maka lahirnya bubuk kopi yang siap seduh. Mengapa kalimat di atas patut kita benarkan? Sebab kopi mengandung kafein yang dapar merangsang semangat. Mari sempatkan kita baca beberapa artikel atau jurnal tentang kopi yang berhubungan dengan pen...