Langsung ke konten utama

Drama Tom & Jerry di Negeri Pertiwi


Siapa tidak kenal dengan film Tom & Jerry yang sudah tenar sejak lama walaupun sempat ditutup tapi banyaknya fans yang meminta, akhirnya film karya William Hanna dan Joseph Barbera ini terus dikembangkan pada tahun 1975 hingga sampailah pada Indonesia, film ini sudah barang tentu menjadi favorit dan tak terlewatkan bagi anak bahkan dewasa sekalipun terkadang menontonnya untuk menghilangkan sedikit kejenuhan. Banyaknya episode tidak menjadikan film ini bosan untuk ditonton setiap anak dari tahun ke tahun.
Cerita simpel antara seekor kucing besar dengan tikus kecil selalu nikmat ditontonan, permusuhan tiada antara kedua hewan itu menjadi topik dalam film ini, dan yang tak kalah famous adalah kekalahan, kebodohan, kesialan dari seekor kucing besar atas tikus kecilah yang mengasyikan film berepisode ini. Itu selalu menjadi lelucon yang unik di mata penontonnya, selalu saja kucing yang secara tubuh lebih besar kewalahan dan ketiban sial di depan tikus kecil itu, padahal kucing seharusnya mampu menghentikan tingkah-tingkah si tikus yang sudah menjadi tugasnya dari majikannya. tapi nyatanya besarnya perawakan si kucing justru menjadi bahan olok-olokan si tikus kecil dengan kecerdasannya.
Photo edited by Azhar
Selalu setiap episode inti cerita itu berulang-ulang walau terkadang mereka berteman, tapi tidak ada keluhan atas cerita dua ekor hewan ini. Dari gambaran seperti itu, kartun ini menggambarkan  bahwa besar kecilnya manusia atau suatu bangsa tidak menjamin  akan keberhasilan dan kemampuan bersaing pesaing-pesaing yang lebih kecil sekalipun. Bermakna bahwa kecerdasan dan kualitas setiap jasad atau bangs lebih dominan dalam bersaing dengan pesaing-pesaingnya entah itu lebih besar atau lebih kecil darinya. Lebih diperkuat lagi dengan pepatah Arab yang mengatakan  “orang berilmu akan seperti besar walaupun dia lebih muda, dan orang bodoh akan seperti kecil walaupun dia lebih tua”
Tragedi drama Tom & Jerry seperinya sedang kita rasakan di negeri tercinta Indonesia, sayangnya aktor yang kita pegang bukan si jerry yang cerdas dan selalu menang, tapi yang lebih sesuai adalah si Tom dengan besarnya Negara kita termasuk 4 besar dunia secara luas, begitu juga dengan jumlah masyarakat di dalamnya yang besar mencapai 2 ratus juta jiwa kurang lebihnya, tentu aktor Tom lebih cocok dengan negeri kita.
Yang akan lebih (memprihatinkan) pas dengan aktornya adalah keadaan Indonesia di mata dunia yang sedikit mirip (bahkan banyak) dengan nasib si kucing Tom, kebodohan ; berapa jiwa anak indonesia tidak sekolah karena biaya yang mahal, dipermainkan ; berapa ton ikan negeri lain mencuri dari perairan kita, berapa perusahaan asing besar di negeri kita berbanding dengan milik pribadi yang bahkan dijualnya ke negeri lain, tambang terbesarpun tidak mampu kita kuasai sendiri banyaknya jiwa di Indonesia.
Bagaimana menghadapi 2015
Aroma 2015 sudah semakin kuat baunya, tinggal menunggu beberapa minggu kita sudah injak tahun baru, tapi sebelum menghadapinya kita justru dikagetkan dengan berbagai kejadian pasca presiden baru kita dilantik, adalah KTT tiongkok menjadi awal kerja internasional presiden dan pulang dengan lelang besar-besaran negeri untuk inventasi orang luar, ramailah diberitakan Indonesia dilelang murah meriah dengan upah kerja yang sangat kecil, dengan kekayaan besar mereka (luar Indonesia)siapa yang tidak mau menginvestkan hartanya di negero seribu pulau ini, sangat terbuka lebar.
Belum MEA 2015 yang semakin menyulitkan persaingan anak-anak negeri, perlu kerja yang lebih keras dan kecerdasan yang lebih tinggi menghadapinya, karena jika bukan kita yang memenangi persaingan ini maka mereka yang berkuasa, jaminannya menjadi sangat berbahaya jika kita biarkan ini di menangi mereka yang masuk pasar kita (secara keseluruhan) apalagi kalau menganggap ini sebagai hal biasa, bukan tidak mungkin ekonomi kita semakin turun..
Janji yang dikatakan mampu untuk  menciptakan swasembada sapi dalam negeri sehingga tehindar sari kata impor daging sapi justru menjadi berbanding terbalik ketika keputusan untuk impor daging sapi dari negeri aborigin justru lebih besar dari sebelumnya, harapanpun hilang..
Sangat disayangkan tidak ada kesempatan bagi dalam negeri untuk mengelolanya, tawaran yang menggiurkan seperti ke luarpun sangat jarang kita dengar. Negeri kita kaya, negeri kita besar, ummat kita banyak apakah menjadi hal mustahil bagi kita untuk bersaing dengan negeri lain yang menggunakan lahan kita? Bukankah jumlah besar bisa memberikan besar kemungkinan dalam melakukannya? Atau jangan-jangan pribadi kucing Tom sudah melekat benar pada diri kita? Sehingga susah untuk dihilangkan (kumat).
Drama Tom & Jerry di negeri kita sudah beribu-ribu episode, seharusnya ada zaman dimana kita menjadi Tom secara besarnya dan Jerry dalam kecerdasan dan kemampuan menghadapi negeri lain. Sudah terlalu lama kita menjadi Tom yang bodoh yang di permainkan di tanah sendiri, bukan tidak mungkin episode drama ini akan lebih panjang lagi jika kita biarkan, ataupun kita usahakan tapi sang nahkoda tidak mendukungnya.
Mari kita satukan usaha dan dukungan dari para petinggi negeri ini demi hilangnya permainan orang luar terhadap kita, dan terciptanya negeri yang sejahtera. Tidak ada pembodohan lagi terhadap negeri yang besar ini, kita yang harus menjadi Tom yang Jerry harus menjadi negeri besar yang memiliki kecerdasan yang tidak bisa dipermainkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman ). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan. Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”. Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dal...

Perempuan Menutup Aurat atau Lelaki Menahan Nafsu?

Polemik patriarki selalu jadi tema pembahasan para feminism. Ada sudut pandang lain yang menurut mereka lelaki terlalu spesial dari perempuan.  Salah satunya soal perintah perempuan harus menutup aurat, lalu dihubungkan dengan soal tindakan kriminal, pemerkosaan dan menjaga kehormatan. Feminism melihat bukan soal perempuan yang harus menutup aurat, tapi lelakilah yang harus menahan nafsu. Dari sinilah perseteruan dimulai! Menurut saya, tidak ada polemik yang perlu diperpanjang, entah siapa yang memulai, tapi pembahasan ini seharusnya selesai sejak kedua titah itu dituliskan. Jika dilanjutkan, akhirnya muncul ribuan pertanyaan. Kenapa perempuan harus bertanggung jawab atas nafsu lelaki? Kenapa perempuan yang harus jaga diri dari lelaki, bukan sebaliknya? Dari pihak lain akan bertanya juga dengan konteksnya.  Menutup aurat itu kewajiban bagi perempuan, begitu juga menahan nafsu wajib bagi lelaki. Ego masing-masing yang membuat perdebatan ini tidak ada endingnya. Ada satu perspek...

Literasi Kopi (1)

Gambar oleh  Free Photos  dari  Pixabay Kita sedang hidup di era semua permasalahan bisa terselesaikan oleh secangkir kopi. Renungan derita pekerjaan selama satu pekan seolah cair oleh kopi. Setumpuk tugas di atas meja kerja seakan tuntas terbawa arus tegukan kopi. Dari puluhan kata kopi yang terucap setiap harinya, seberapa jauh pengetahuan mereka tentang kopi. Apakah kopi hitam bercampur dengan logo kapal pinisi itu jadi standardisasi kopi yang dimaksud? Ataukah suasana kafe yang estetik dan instagramabble adalah maksud dari kopi? Menjadikan kopi sebagai langkah menyelesaikan masalah memang salah satu jawaban. Tidak bisa kita salahkan, tidak juga sepenuhnya kita benarkan. Kopi adalah biji dari tumbuhan kopi, melalui beragam proses, maka lahirnya bubuk kopi yang siap seduh. Mengapa kalimat di atas patut kita benarkan? Sebab kopi mengandung kafein yang dapar merangsang semangat. Mari sempatkan kita baca beberapa artikel atau jurnal tentang kopi yang berhubungan dengan pen...