yang kesekian ini kita awali dari ayat Allah QS Al-Mujadillah
يرفع الله الذين امنوا منكم والذين اوتوالعلم درجت"
ayat ini memiliki peran besar untuk menguatkan hidup kita, tentunya mendekatkan diri kepada Allah, saking pentingnya ilmu dalam ayat ini Allah menyenderkan ilmu berbarengan dengan "iman", sedangkan iman adalah awal semuanya dari setiap muslim, dari sini kita bisa lihat betapa pentingnya ilmu sehingga Allah sebutkan bersamaan dengan pondasi islam. jadi mana mungkin muslim shodiq tidak berpartisipasi dalam dunia ilmu, sdangkan ilmu itulah yang menentukan nilai pribadi muslim dan tingkat derajatnya di sisi Allah subhanahu wata'ala maka sejauh manakah kita berada di ruang lingkup ILMU itu.
hidup sekali hiduplah yang berarti, hidup hanya sekali jangan sampai salah jalan, petikan kata ini harusnya cukup membawa gairah kita agar bisa memanfaatkan hidup kita di dunia, bahwa bukan game yang nantinya game over lalu mengulang kembali, dan tidak ada yang tahu jalan yang benar itu kecuali dengan ilmu makan terbukalah semuanya.
Al-Imam Hasan Al Bashri rahimahullohu'anhu berkata : "jadilah kau seorang 'alim atau seorang muta'alim atau mustami' atau muhib dan janganlah menjadi orang yang kelima karena dipastikan anda hancur".
dari sini imam Hasan Albashri mengingatkan kepada agar selalu terlibat dalam ilmu, karena beliau tau betapa besar derajat seseorang dalam keterlibatannya dalam ilmu, entah dia seorang 'alim (guru) atau mungkin menjadi penuntut ilmu selamanya (muta'alim) ataupun menjadi pendengar ilmu bahkan menjadi pecinta ilmu, asal bukan yang no 5, adalah kita seminimalnya kita harus masuk ke dalam jajaran apa yang disebutkan oleh Imam Hasan Albashri, karena tanpa ilmu hidup di dunia akan hancur semata apalagi di akhirat bukan. sebab keimanan, ketaqwaan dan kualitas ibadah seseorang kepada Allah SWT sangat ditentukan dari ilmu yag ia dapat , semakin dalam ilmunya, semakin ia meras bahwa Allah itu Maha Besar, semakin kenal dia dengan Allah, pengetahuan terhadap ancaman dan janjiNya semakin luas yang akan meningkatkan taqwa juga ibadah si hamba, demikian pula bagaiman ia memanfaatkan umurnya sangat bergantung pada ilmunya.
sedangkan yang tidak berposisi dalam dunia ilmu; hidup dunia semata nafsunya yang pada akhirnya akan hancur, hancur juga di alam akhirat karena tanpa bekal kebaikan di alam dunia kepastiannya akan kehancuran sangat dekat jika tanpa ilmu entah itu dunia atau pun akhirat,
"carilah ilmu semenjak buaian sampai ke liang lahat" " اطلب العلم من المهد الى اللهد"
inilah betapa besar firman ALlah, sehingga kebesaran ilmu disebutkan berbarengan dengan "iman" sungguh siapaun dia tidak ada yang bisa menyangkal bahwa kedudukan ilmu sangatlah penting juga memposisikan diri kita terhadap ilmu itu sendiri.
wallahu a'lam...

Komentar
Posting Komentar