Langsung ke konten utama

aku MENGABDI


duduk sedikit termenung dalam sebuah acara akbar yang akan saya alami hanya sekali dalam hidup ini.
tapi apa daya kata "pengabdian" yang mengganggu saya dalam keadaan ini
bukan untuk menghindarinya, tapi justru mendapatkannya
sayaang sekali saya gagal untuk itu
untukmencapai target yang telah dibangun selama beberapa tahun
menunggu di atas indahnya hiasan kursi
satu persatu sobat terbaik (mungkin) dipanggil
hingga no ke 3 menuju panggilan itu
barulah otak ini bekerja sama dengan hati
akan panggilan terhadap mereka yang berarti keputusan PENGABDIAN
hingga no 4 harapan untuk dipanggil masih pudar
keingina yang insyaallah mulia ini masih belum tercapai
terpikir jatah 1 orang lagi, sedang hati ini merasa ada 1 lagi yang lebih pantas
lalu.. mana jatah panggilan saya
mengapa air mata tiba-tiba mengalir
ini belum waktunya kawan
ini baru sambutan, mengapa kau keeluarkan secepat itu??
dekapan jas biru kanan dan kiri semakin rapat
dengan ketidak tahuan bahwa air mata ini
keluar karena tujuan mulia yang dibentuk beberapa tahun kebelakang  ternyata punah
mereka berusaha mendiamkkan  air mata meski tanpa tahu sebabnya

menngapa????? tujuan mulia ini ditolak
mungkin karena tidak saya katakan,? tapi perilaku ini sudah diusahkan.
atau memang tidak pantas? tapi mengapa suaraa rakyat bawahan mengatkan saya? meminta sayaa??


mengabdi menjadi yang saya harus lakukan?? berilah saya kesempatan untuk membayar semua yang telah kau berikan melalui pengabdian ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Tandingan untuk Sukmawati

IBU MUSLIMAH Oleh : Irene Radjiman Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari'at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari'at. Aku tahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah. Gerai tekukan rambutnya sangatlah cantik. Rasa ciptanya bagaikan kristal mutiara yang menyatu dengan kodrat alam. Begitu cantiknya hingga Rabbku menyebutnya aurat dan tak rela mata-mata durjana liar memandangi kecantikannya. Kecantikan itu harus tetap suci terbungkus kain hijab. Lihatlah ibu muslimah. Saat penglihatanmu semakin asing. Supaya kau dapat melihat kecantikan asli dari imanmu. Jika kau ingin menjadi cantik, memiliki jiwa yang sehat,  beradab dan bermartabat Selamat datang di duniaku, bumi Ibu muslimah. Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari'at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari'at. Aku tahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok. Namun seluruh suara merdu dimuka bumi ini ...

Pernahkah Kita Hidup?

Apakah kematian di dunia itu mati? Dan yang hidup di dunia itu hidup? Kita dilahirkan hidup, tapi tidak semua orang hidup Sebagian nama masih tetap hidup, ketika jasadnya di kubur Kita lahir dari sebuah Rahim, tapi bukan awal kehidupan Kita mati ke liang kubur, bukan akhir kehidupan Mari kita tetap berjalan kawan Kita manusia, beragama, berkeyakinan Hidupnya bukan hanya tentang nafas, hewan pun bernafas Agama ini hidup kita, Saat kita menjejakinya, maka itulah kehidupan Bukan untuk berlari, berusaha memperpanjangnya Langkah kita untuk agama, pendakian kita untuk agama, senyuman kita untuk agama Semua perjuangan untuk agama, Lantas apalagi yang akan mematikan  kita Jangan lupa untuk apa kita hidup, kalau bukan untuk mati Karena bertemu kita pun berpisah, karena hidup kita pun mati Lalu karena mati kita hidup kembali, dan bahagia Bagi mereka yang menangis karena agama Daging kita milik belatung, hati kita milik pasangan, nyawa kita milik...

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman ). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan. Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”. Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dal...