Langsung ke konten utama

SEJENAK



=====
Sejenak ini, bukan menghibur diri
Bukan lari dari masalah, bukan
Sejenak ini untuk bersua dengan ciptaan-Nya
Saat jarang berdzikir pada-Nya
Sejanak berteman dengan debu
Saat orang menghempaskan
Sejenak berteman dengan keringat
Saat orang menjijikan
Sejenak menegangkan otot
Saat orang melenturkan
Sejenak berteman dengan suhu drastis
Saat orang menghindarkan
Sejenak berteman dengan angin
Saat orang menutupkan
Sejenak berteman dengan kesengsaraan
Saat orang mengaku kaya
Sejenak berteman dengan kesederhanaan
Saat orang mengada-ada
Sejenak berteman dengan lelah
Saat orang ingin leha-leha
Sejenak berteman dengan orang lain
Saat orang mengacuhkan sesama
Ciremai, 23 Juni 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Tandingan untuk Sukmawati

IBU MUSLIMAH Oleh : Irene Radjiman Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari'at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari'at. Aku tahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah. Gerai tekukan rambutnya sangatlah cantik. Rasa ciptanya bagaikan kristal mutiara yang menyatu dengan kodrat alam. Begitu cantiknya hingga Rabbku menyebutnya aurat dan tak rela mata-mata durjana liar memandangi kecantikannya. Kecantikan itu harus tetap suci terbungkus kain hijab. Lihatlah ibu muslimah. Saat penglihatanmu semakin asing. Supaya kau dapat melihat kecantikan asli dari imanmu. Jika kau ingin menjadi cantik, memiliki jiwa yang sehat,  beradab dan bermartabat Selamat datang di duniaku, bumi Ibu muslimah. Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari'at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari'at. Aku tahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok. Namun seluruh suara merdu dimuka bumi ini ...

Pernahkah Kita Hidup?

Apakah kematian di dunia itu mati? Dan yang hidup di dunia itu hidup? Kita dilahirkan hidup, tapi tidak semua orang hidup Sebagian nama masih tetap hidup, ketika jasadnya di kubur Kita lahir dari sebuah Rahim, tapi bukan awal kehidupan Kita mati ke liang kubur, bukan akhir kehidupan Mari kita tetap berjalan kawan Kita manusia, beragama, berkeyakinan Hidupnya bukan hanya tentang nafas, hewan pun bernafas Agama ini hidup kita, Saat kita menjejakinya, maka itulah kehidupan Bukan untuk berlari, berusaha memperpanjangnya Langkah kita untuk agama, pendakian kita untuk agama, senyuman kita untuk agama Semua perjuangan untuk agama, Lantas apalagi yang akan mematikan  kita Jangan lupa untuk apa kita hidup, kalau bukan untuk mati Karena bertemu kita pun berpisah, karena hidup kita pun mati Lalu karena mati kita hidup kembali, dan bahagia Bagi mereka yang menangis karena agama Daging kita milik belatung, hati kita milik pasangan, nyawa kita milik...

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman ). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan. Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”. Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dal...