Langsung ke konten utama

rest area

Sesungguhnya – Raihan

Sebenarnya hati ini cinta kepada Mu
Sebenarnya diri ini rindu kepada Mu
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa cinta masih tak hadir 

Tapi aku tidak mengerti
Mengapa rindu belum berbunga


Sesungguhnya walau ku kutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau ku siram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta tak kan hadir 

Namun rindu takkan ber bunga
 
Ku coba menghulurkan
Sebuah hadiah kepada Mu
Tapi mungkin kerana isinya
Tidak sempurna tiada seri

Ku cuba menyiramnya
Agar tumbuh dan berbunga
Tapi mungkin kerana airnya
Tidak sesegar telaga kauthar

 
Sesungguhnya walau ku kutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau ku siram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta tak kan hadir
Namun rindu tak akan berbunga
Jika tidak mengharap rahmat Mu
Jika tidak menagih simpati
Pada Mu ya Allah

Tuhan hadiahkanlah kasih Mu kepadaku
Tuhan kurniakanlah rinduku kepada Mu
Moga ku tahu
Syukur ku hanyalah milik Mu



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Tandingan untuk Sukmawati

IBU MUSLIMAH Oleh : Irene Radjiman Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari'at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari'at. Aku tahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah. Gerai tekukan rambutnya sangatlah cantik. Rasa ciptanya bagaikan kristal mutiara yang menyatu dengan kodrat alam. Begitu cantiknya hingga Rabbku menyebutnya aurat dan tak rela mata-mata durjana liar memandangi kecantikannya. Kecantikan itu harus tetap suci terbungkus kain hijab. Lihatlah ibu muslimah. Saat penglihatanmu semakin asing. Supaya kau dapat melihat kecantikan asli dari imanmu. Jika kau ingin menjadi cantik, memiliki jiwa yang sehat,  beradab dan bermartabat Selamat datang di duniaku, bumi Ibu muslimah. Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari'at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari'at. Aku tahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok. Namun seluruh suara merdu dimuka bumi ini ...

Pernahkah Kita Hidup?

Apakah kematian di dunia itu mati? Dan yang hidup di dunia itu hidup? Kita dilahirkan hidup, tapi tidak semua orang hidup Sebagian nama masih tetap hidup, ketika jasadnya di kubur Kita lahir dari sebuah Rahim, tapi bukan awal kehidupan Kita mati ke liang kubur, bukan akhir kehidupan Mari kita tetap berjalan kawan Kita manusia, beragama, berkeyakinan Hidupnya bukan hanya tentang nafas, hewan pun bernafas Agama ini hidup kita, Saat kita menjejakinya, maka itulah kehidupan Bukan untuk berlari, berusaha memperpanjangnya Langkah kita untuk agama, pendakian kita untuk agama, senyuman kita untuk agama Semua perjuangan untuk agama, Lantas apalagi yang akan mematikan  kita Jangan lupa untuk apa kita hidup, kalau bukan untuk mati Karena bertemu kita pun berpisah, karena hidup kita pun mati Lalu karena mati kita hidup kembali, dan bahagia Bagi mereka yang menangis karena agama Daging kita milik belatung, hati kita milik pasangan, nyawa kita milik...

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman ). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan. Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”. Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dal...